Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Kurang lebih 15 orang mahasiswa yang mengatas namakan ” Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Tambang Konawe Utara dan Aliansi Peduli Hukum Konawe Utara” yang menuntut pihak PT. Karya Murni Sejati (KMS) 27 untuk segera menghentikan seluruh aktipitas pertambangannya karena tidak memiliki legalitas dokumen yang lengap.

Dalam demontrasi tersebut nyaris terjadi bentrok fisik antara karyawan PT. KMS 27 bersama warga Desa Mandiodo Kec. Molawe Kab. Konawe Utara terjadi di jalan poros Desa Mowundo – Mandiodo, Kamis (28/02/2019).

“Dengan kesigapan aparat Kepolisian Sektor Lasolo yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Bripka Josra bersama anggota Polsek Lasolo yang lainnya mampu meredam kedua kelompok masa yang nyaris bentrok tersebut,”ucap Kasi Himas Polsek Lasolo Bripka Ronald. Z

Kegiatan aksi unjuk rasa damai dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pemerhati Tambang Konawe Utara (AMPERTAM – KONUT) dan Aliansi Masyarakat Peduli Hukum Konawe Utara (AMPUH KONAWE UTARA) adalah terkait banyaknya pelanggaran pertambangan dengan melakukan penjualan / pencurian kekayaan Sumber Daya Alam yang berada di Konawe Utara khususnya Kec. Molawe, yang dilakukan oleh PT. Karya Murni Sejati 27, diduga melakukan Penjualan dengan melakukan penggelapan dokumen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here