Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Dalam kehidupan berumah tangga, tak selamanya akan berjalan mulus karena sesungguhnya perjalanan hidup merupakan suatu ujian yang penuh dengan rintangan.

Seperti yang dialami warga Desa Ulu Benua Kec. Amonggedo Kab. Konawe, sepasang suami isteri (Pasutri) antara Dewa Made Raka (L) dengan Nyoman jayanti (P) yang sering cekcok dan sudah tidak ada lagi kecocokan dalam membina rumah tangga

Atas prahara rumah tangga warga binaannya tersebut Bhabinkamtibmas Polsek Pondidaha Brigadir Dewa Made L melakukan problem solving / mediasi pasutri tersebut dengan melibatkan pemerintah setempat bersama tokoh adat serta keluarga pasutri yang bertempat di Balai pertemuan Desa Ulu Benua, Senin (18/3/2019)

Setelah mendengar keterangan dari pasutri, Bhabinkamtibas bersama pemerintah setempat berupaya memberikan wejangan dan pembinaan agar suami istri tersebut rujuk kembali.

Namun dalam kenyataan pasutri itu sepakat untuk menempuh hidup masing-masing dengan cara cerai / pisah kemudian dituangkan dalam surat pernyataan

Atas kesepakatan dari pasutri itu Bhabinkamtibmas bersama pemerintah setempat hanya bisa mengarahkan yang bersangkutan untuk menggugat perceraian melalui Pengadilan Agama sehingga mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Kami telah berupaya memberikan wejangan agar pasutri tersebut bisa rujuk dan kembali membina rumah tangga, namun kenyataannya mereka sepakat untuk cerai, Sehingga kami hanya bisa mengarahkan untuk menggugat perceraian lewat Pengadilan Agama,” Ucap Kades Ulu Benua

Kapolsek Pondidaha melalui Kasi Humas Aipda Ashar, SH ketika dikonfirmasi masalah ini mengatakan bahwa “Bhabinkamtibmas wajib memediasi permasalahan warga yang ada di Desa binaanya melalui peningkatan problem solving sehingga masalah tidak berkembang lagi,”pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here