Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Guna menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif, Polres Konawe menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Aula Sulemandara Kantor Camat Pondidaha Kel. Pondidaha Kec. Pondidaha Kab. Konawe, Kamis (12/9/2019) pukul 09.00 Wita

FGD tersebut digelar dalam rangka memelihara Kamtibmas yang aman dan kondusif dalam bingkai NKRI di wilayah Hukum Polres Konawe sekaligus bentuk silahturahmi Kapolres Konawe dengan masyarakat Kec. Pondidaha khususnya masyarakat Desa Hongoa Kec. Pondidaha Kab. Konawe.

Dalam giat FGD dihadiri oleh Kapolres Konawe AKBP Muh. Nur Akbar, S.H., S.I.K., M,H, Kasat Bimmas IPTU Sampara, Camat Pondidaha H. Muh Nur, S.K.M, M.M, Kapolsek Pondidaha IPDA Ramlang, S.H, M.M, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Ketua FKUB Kab. Konawe H. Yakub Moita, dan Pengurus Wahdah Islamiyah (WI) Provinsi Sultra Ustadz Ryan Saputra, S,Pd,I bersama pengurus.

Turut juga hadir Kepala Kementerian Agama Kab. Konawe H. Ahmad Lita, R, S,Ag, M,Pd, Sekjen Adat Tolaki Kab. Konawe Drs, Bisman Saranani, Kades Hongoa M. Jufri, para Tomas, Toga, Toda dan Todat serta segenap masyarakat Desa Hongoa

Di kesempatan itu Kapolres Konawe memandu jalannya giat FGD dan memberikan sambutan dengan menuturkan bahwa “FGD ini sebagai tempat untuk berdiskusi dan bersinergitas demi menjaga Kamtibmas di Kab. Konawe”

Ia juga mengatakan bahwa “Di wilayah Kab. Konawe mempunyai potensi konflik, dan di harapkan kepada masyarakat agar menyikapi perbedaan pemahaman secara bijak, sehingga dapat menciptakan kedamaian khususnya di Desa Hongoa” Tutur AKBP Akbar

Dalam kesempatan itu juga Kepala Kementrian Agama Kab. Konawe H. Ahmad Lita, R, S,Ag, M,Pd memberikan sambutan dengan mengatakan “Agar kita semua mengantisipasi adanya faham yang di susupi oleh oknum untuk melemahkan Islam yang dapat memecah belah persatuan,”ucapnya

Sementara itu Pengurus Wahdah Islamiyah (WI) Prov. Sultra Ustadz Ryan Saputra, S,Pd,I
dalam sambutanya menyampaikan permohonan maaf bila pengurus WI Kec. Pondidaha melakukan hal-hal yang tidak sesuai.

“Kami minta kepada seluruh pengurus Wahdah Islamiyah Kec. Pondidaha untuk selalu bertanya kepada para orang tua / tomas, apabila ada sesuatu yang tidak di pahami dan selalu berkordinasi dengan pemerintah dalam melaksanakan suatu kegiatan.” tegas Ustadz Ryan

Hal senada yang disampaikan oleh Sekjen Adat Tolaki Kab. Konawe yang juga sebagai tokoh masyarakat Kec. Pondidaha Drs. Bisman Saranani bahwa “Persoalan yang terjadi di Desa Hongoa karena salah paham, dan kami minta agar persoalan yang ada segera untuk menyelesaikan secara intern Desa Hongoa,”pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here