Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Diduga lalai saat membawa uang Dana Desa (DD), Kepala Desa (Kades) Wawohine, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sarjono (61) harus menanggung resiko. Pasalnya, uang DD sebanyak 160 juta yang baru saja ditarik di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Cabang Pondidaha diduga raib ditangan maling saat dicuri dalam jok motor.

Setelah uang diketahui hilang, Kades Wawohine langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pondidaha pada Senin 17 Desember 2018.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Pondidaha, IPTU Julak Sulohar. Ia mengatakan bahwa laporan korban masuk ke Polsek Pondidaha pada tanggal 17 Desember 2018, pihaknya menjelaskan dari keterangan korban, kasus pencurian yang menimpa Kades Wawohine ini diperkirakan sekitar pukul 10,00 WITA. Saat itu, korban usai menarik DD sebesar 160 juta di Bank BPD Cabang Pondidaha dengan menggunakan sepeda motor jenis Suzuki Smas DT 4919 BF.

“ Korban Kades Wawohine Sarjono mengatakan uang yang ditarik jumlahnya 160 juta, usai ditarik untuk merasa aman uang 150 juta dimasukkan ke dalam jok motor sedangkan sisanya 10 juta ia memasukkan ke saku celananya, lalu berencana untuk belanja keperluan bahan yang akan digunakan,” ungkap IPTU Julak Sulohor saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/1/2019).

Setelah itu kata Kapolsek Pondidaha, korban menuju Toko Alfa yang beralamat di Desa Wonua Mandara, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe dengan maksud hendak belanja bahan bangunan. Sementara motor yang dikendarainya diparkir di depan toko tersebut, saat keluar dari toko, korban melihat karet yang berada di atas jok motor digunakan untuk mengikat terlihat sudah terhambur dan uang yang berada di dalam jok sudah hilang.

Hingga saat ini, aduan korban sudah ditindak lanjuti. Ia mengatakan bahwa Polsek Pondidaha kini tengah menurunkan anggotanya untuk melakukan proses penyelidikan dan mengungkap pelakunya. Dari hasil pemeriksaan, kejadian itu juga merupakan suatu kelalaian bagi korban, dimana saat menarik uang di bank, tidak meminta jasa pengawalan dari pihak keamanan.

Padahal pihaknya selalu menghimbau kepada seluruh nasabah, jika menarik uang lebih dari 100 juta agar menggunakan jasa pengawalan. Anggota Polsek Pondidaha juga selalu siap melakukan pengawalan secara sukarela, tapi hal tersebut jarang yang memanfaatkan.

“Hasil lidik sementara jok motor korban memang mengalami kerusakan seperti habis dicungkel. Namun kita masih akan melakukan pendalaman kasus untuk memastikan setiap kemungkinan lain yang terjadi,” pungkas Kapolsek Pondidaha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here