Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Tim tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara ( Sultra) menggelar rapat evaluasi terkait penanganan bencana banjir.

Rapat evaluasi yang dipimpin langsung komandan tanggap darurat , AKBP Muh Nur Akbar, SH, S. IK, MH tersebut digelar di posko tanggap darurat bencana Konawe pada Jumat malam (14/6/2019).

Ditemui usai memimpin rapat, AKBP Muh Nur Akbar mengatakan memasuki hari ke empat dari 14 hari masa tanggap darurat, pihaknya melakukan rapat untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan di lapangan baik itu kegiatan evakuasi maupun pendistribusian logistik ke korban terdampak.

“ Seperti yang dilakukan pada malam ini, kita melakukan evaluasi melihat kegitan – kegitan yang sudah dilaksanakan oleh teman-teman kita di lapangan. Baik yang evakuasi termasuk yang mendistribusi logistik. Termasuk kendala apa yang ditemukan akan kita tindak lanjuti besok (Sabtu-red),” kata Kapolres Konawe ini.

Selain membahas kegiatan evakuasi dan pendistribusiaan logistik kepada warga terdampak, dalam rapat tersebut masih kata Akbar sapaan akrab Kapolres Konawe, tim juga membahas daerah yang masih terisolir dan sama sekali belum tersentuh bantuan.

Ditanya terkait langkah apa yang akan dilakukan tim tanggap darurat untuk menjangkau daerah yang masih terisolir seperti Kecamatan Latoma, orang nomor satu di Polres Konawe ini menyebut akan segera menurunkan alat berat (Loder) untuk membuka akses jalan di Kecamatan Asinua menuju Kecamatan Latoma.

“Terkait masalah penyaluran logistik, memang ada beberapa tempat yang kita mengalami kendala karena transportasi dan ada jembatan yang rusak. Khususnya di wilayah Asinua dan Latoma, kita akan geser alat berat dan disepakati tadi nanti Kadis PU yang kerja,” ujarnya.

Menurut Akbar, saat ini baru 4 Desa dari 13 Desa dan 1 Kelurahan di Kecamatan Latoma yang sudah dapat diakses dan telah didistribusikan logistik menggunakan motor trail dari komunitas.

“Sudah ada yang sampai dengan menggunakan motor dari komunitas.Termasuk anggota kita menggunakan motor trail, baru tadi tembus, ” tuturnya.

Meski masih dalam kondisi terisolir, Kapolres Konawe menyebut bahwa warga di 8 Desa dan satu Kelurahan di Kecamatan Latoma berada dalam kondisi baik.

Sementara untuk menembus daerah yang masih terisolir, Komandan tanggap darurat, Muh Nur Akbar menyebut ada rencana untuk menggunakan transportasi jalur udara (Helikopter)

“Sejak tanggap darurat, kita sudah ada LO yang mendampingi dari BNPB pusat. Sebagai LO, semua kekurangan yang ada di posko ini dalam rangka penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Konawe, hasil evaluasi kita, kekurangan kita, itu kita coba mengajukan baik di BPBD Provinsi maupun di tingkat pusat. Dan ini sudah ditindak lanjuti dan didukung tim LO yang ada di Kabupaten Konawe saat ini,” terangnya.

Diketahui, dalam melakukan penanganan tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Konawe, tim tanggap darurat melibatkan personil kurang lebih 900 orang. Tim tersebut terdiri dari personil TNI, Polri, BPBD, Basarnas, unsur Pemda dan relawan.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas PUPR Konawe, Ir. Muh. Syahrullah Saranani MT menyebut bahwa untuk pembukaan akses jalan di Kecamatan Asinua dan Latoma, pihaknya akan menurunkan satu alat berat di lapangan.

“Lebih efektif Loder, kalau excavator terlalu berat. Karena yang mau kita buka hanya lumpur dan longsoran saja. Kita upayakan besok,”ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here