Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Salah satu daerah lumbung pangan yang menjadi ikon Kab. Konawe adalah Kecamatan Tongauna Utara, hal ini dapat dilihat dari semakin bertambahnya area pertanian yang hingga saat ini mencapai 5000 Ha.

Sementara itu kapasitas bendungan yang menjadi sumber pengairan dari persawahan tersebut adalah Bendungan Walay berdasarkan data dari Dinas Pertanian hanya mampu mengairi sekitar 3000 Ha.

Untuk mengatur pola tanam agar tidak terjadi kegagalan karena hama dan tidak terjadi perebutan air maka pemerintah Kec. Tongauna Utara menggelar rapat penentuan musim tanam yang bertempat di Aula Septiawan Desa Anggohu Kec. Tongauna Utara, Kab. Konawe, Selasa (4/12/2018)

Dalam rapat tersebut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Polsek Tongauna Brigadir I Kadek Chandra Suwana dan Brigadir I Nyoman Sujana, para PPL pertanian serta semua elemen yang terkait.

Dalam kesempatan itu Sekcam Tongauna Iskandar, S.Sos mengemukakan bahwa permasalahan yang biasa kami hadapi adalah adanya masyarakat yang tidak disiplin untuk mengikuti jadwal pola tanam yang sudah  ditentukan sehingga sering terjadi permasalahan yang mengakibatkan perebutan air untuk mengairi persawahan terutama pada musim tanam II.

“ Saya bersama PPL Pertanian sudah sering menyampaikan kepada pemilik sawah dan para ketua kelompok agar mengikuti jadwal pola tanam namun masih ada diantara mereka yang tidak menerima penyampaian dari kami,”ungkap Sekcam Tongauna.

Sebelum rapat ditutup oleh sekcam Tongauna, Brigadir I Kadek Chandra Suwana telah memberikan pesan kamtibmas kepada seluruh hadirin bahwa agar tidak terjadi permasalahan maka petani dan para ketua kelompok harus mentaati jadwal yang sudah ditentukan oleh PPL pertanian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here