Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Konawe Utara mengakibatkan empat Kecamatan di daerah itu terendam banjir. Hal itu membuat Polsek Wiwirano membantu warga dipenyebrangan jalur transportasi di Desa Polora Indah, Kecamatan Langgikima dengan ketinggian air sekitar dua meter dan memberikan himbauan kepada warga agar berhati-hati.


Banyak hal yang dilakukan oleh Polsek Wiwirano saat banjir ini, diantaranya mengecek memantau lokasi yang rawan banjir dengan maksud mengantisipasi antisipasi datangnya banjir tiba-tiba yang lebih besar lagi.


“ Kepada warga yang rumahnya di pinggiran sungai kami mohon untuk selalu siap siaga. Kita tidak tau pas di malam hari bisa datang banjir secara tiba-tiba, akibat luapan air yang datang dari hulu sungai,”Imbuh Kasi Humas Polsek Wiwirano Bripka Abd.Rahman Salam kepada warga bersama anggota Polsek Lainnya.


Terkait dengan peran Pemerintah Daerah Kab. Konawe Utara, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Konut Djasmiddin mengatakan, dari 13 Kecamatan yang ada, saat ini sudah empat yang terendam banjir. Pertama, di Desa Polora Indah, Kecamatan Langgikima air sudah naik ke jalan raya setinggi dua meter hingga menyebabkan putusnya jalur transportasi darat menuju Kecamatan Wiwirano.

Selain itu, lanjut Djasmiddin banjir juga terjadi di Kecamatan Oheo, Desa Sambandete. Demikian juga di Desa Linomoiyo. Banjir bandang melanda dan saat ini sudah sembilan rumah warga yang terendam dengan ketinggian air sekitar satu meter.

“Desa Mopute Kecamatan Oheo ada juga banjir di situ. Kalau di Polora Indah sekitar dua meter, putus jalur transfortasi. Sambandete itu sudah terancam juga,” katanya melalui sambungan telepon, Minggu (2/6/2019).

Untuk Kecamatan Asera, tambah Djasmiddin, Desa Tapuwatu, Walalindu, Puuwanggudu dipastikan sudah terendam banjir juga dengan ketinggian air berpariasi antara 25 cm hingga satu meter dan air terus merambat naik.

“Kecamatan Andowia itu Desa Amolame, Larobende karena meluapnya sungai Amolame. Kemudian Kelurahan Andowia, Desa Labungga, Laronanga karena meluapnya sungai Anggomate,” ujarnya.

Saat ini BPBD Konut sedang melakukan pendirian posko pengungsian bagi para korban banjir. Sedangkan data dari instansi tersebut, hingga saat ini belum ada korban jiwa. Masyarakat sekitar bantaran sungai diminta untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.


“Saat ini kami sedang koordinasi dengan instansi terkait, seperti PU, Dinsos, Dinkes, Kepolisian dan TNI,” tutup Djasmiddin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here