Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Evakuasi dramatis terhadap korban banjir yang hendak melahirkan kembali terjadi di Konawe, Rabu (19/6/019), kali ini proses evakuasi terhadap Hertina (36) dilakukan langsung menggunakan helikopter milik TNI AD.

Hertina dievakusasi setelah tim tanggap darurat mendapati kabar kalau di lokasi pengungsian di Desa Ahuawatu, Kecamatan Pondidaha ada ibu yang akan melahirkan. Tak menunggu waktu lama, rombongan pun langsung menuju lokasi.


Burung besi yang bertolak dari lapangan Monapa Unaaha berisi rombongan yang terdiri dari Dandim 1417 Kendari Letkol Cpn Fajar Lutvi Haris Wijaya, Ibu Wakil Bupati Konawe, Cici Ita Riatianti dan Ibu Kapolres Konawe, Ny. Linda Nur Akbar.


Sebelumnya, rombongan terlebih dulu ke Desa Duriasi, Kecamatan Wonggeduku untuk menurunkan bantuan logistik kepada korban terdampak banjir. Tak menunggu lama, helikopter langsung menuju lokasi pengungsian di Desa Ahuawatu.


Proses evakusasi terhadap Hernita dan keluarganya hanya berlangsung lima menit. Hernita diangkut bersama putri dan suaminya. Kemudian, si burung besi langsung terbang kembali ke lapangan Monapa. Setelah mendarat, Hernita langsung dibawa ke rumah sakit kabupaten untuk proses bersalin.


Informasi yang dihimpun, saat dievakuasi Hernita tengah dalam pembukaan empat. Sehingga tak lama setelah sampai di rumah sakit ia langsung melahirkan. Anaknya pun, berjenis kelamin laki-laki.


Ibu Kapolres Konawe Ny. Linda Nur Akbar menuturkankan, “Awalnya hanya akan menyalurkan logistik di Desa Duriasi. Namum setelah itu kami mendapati informasi kalau ada ibu-ibu yang akan melahirkan butuh bantuan,”tutur Ketua Bhayangkari Cabang Konawe.


“ Semoga bantuan yang disalurkan ke lokasi banjir dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga yang terdampak. Ia juga berharap, semoga Hernita dan bayinya sehat-sehat selalu,”pungkas Ibu Wakil Bupati Konawe Cici Ita Ristianti.


Sebelumnya, warga Pondidaha lainnya yang akan melahirkan pernah dievakuasi di tengah kepungan banjir oleh tim Basarnas. Bayi perempuan yang lahir pun kemudian diberi nama Eva Sarnasia, yang diambil dari kata Evakusasi dan SAR Indonesia.


Untuk diketahui, lokasi pengungsian di Desa Ahuawatu hanya bisa ditempuh menggunakan perahu atau kendaraan udara. Kondisi banjir yang merendam rumah warga, betul-betul parah dan belum juga surut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here