Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Kepala Kepoisian Sektor Tongauna Ipda Kadek Sujayana dan Kanit Intelkam Aipda Adirman melakukan penggalangan terhadap Kepala Puskesamas Tongauna, para pemilik Toko dan Apotek dalam wilayah hukum Polsek Tongauna.

Penggalangan tersebut dilakukan terkait dengan adanya isu menyebarnya virus corona sehingga harga masker naik dari harga semula.

Kapolsek Tongauna mengatakan “Isu menyebarnya virus corona itu tidak benar, kami masih terus bekerja sama dengan pihak Puskesmas, kalau pun naik harga masker jangan dihubungkan dengan isu yang tidak benar karena sampai saat ini pihak Puskesmas Kec. Tonguna dan Dinas Kesehatan Kab. Konawe belum meyebutkan bahwa virus tersebut sudah positif mulai terjangkit di masyarakat,”kata Ipda Kadek Sujayana saat dikonfirmasi oleh Humas Polres Konawe pada Kamis (5/3/2020).

yang naiknya harga masker dibeberapa Pada hari Rabu tanggal 4 Maret 2020 mulai pukul 10.00 wita bertempat di wilayah hukum Polsek Tongauna Kapolsek Tongauna Ipda Kadek Sujayana bersama Kanit Intel Aipda Adirman. M melaksanakan patroli dan penggalangan terhadap Kepala Puskesmas Kec. Tongauna, Toko Sembako di Kel. Tongauna serta Apotik Sendang Farma di Kel. Sendang Mulya sari Kec. Tongauna Kab. Konawe.

Dalam kesempatan itu Kepala Puskesmas Tongauna Dr. Santi SKM, M.Kes mengungkapkan “ Setiap bulan dari Dinas Kesehatan Kab. Konawe menerima 5 dos masker dimana setiap dosnya berjumlah 50 lembar sedangkan staf Puskesmas berjumlah 50 orang sehingga untuk menutupi kekurangan masker, pihak Puskesmas membeli di Apotek Barzanah di Kel. Tubehu Kec. Tongauna Kab. Konawe,’ungkapnya.

Salah satu pemilik Toko Sembako di Kel. Tongauna Sdr. Asiz menyebutkan bahwa sampai saat ini belum ada warga yang membeli bahan pokok seperti Indomie dan lain-lain dalam jumlah skala besar dan untuk stok bahan pokok di Tokonya masih banyak.

Pemilik Apotik Sendang Farma sdri. Soleha di Kel. Sendang Mulya sari Kec. Tongauna Kab. Konawe saat ditemui Kapolsek Tongauna bersama Kanit Intelkam Aipda Adirman menjelaskan bahwa saat ini sisa stok masker di Apotek milikinya tersisa 3 dos sehingga penjualan masker perlembar seharga 10.000,- ( sepuluh ribu rupiah ), kalau sebelum adanya isu virus corona penjulan maskerhanya Rp. 5000 ( lima ribu rupiah ) per 3 lembar.

KapolsekTongauna menghimbau kepada pemilik Toko dan pemilik Apotek untuk tidak menimbun masker dan memainkan harga sembako karena adanya isu virus corona yang tidak benar di masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here