Jelang Natal dan Tahun Baru, Polres Konawe, Forkorpimda, Tokoh Umat Beragama Bahas Kamtibmas

Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Kepala Kepolisian Resort Konawe menggelar Coffee Morning bersama Forkorpimda danTokoh Umat beragama di Kabupaten Konawe, Senin (17/12) di salah satu warung kopi di kota Unaaha.

Hadir dalam kesempatan itu Pj Sekda Konawe, Ferdinand, Kasi Intel Kejari Konawe, Gde Ancana, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 1417 Kendari, Mayor Inf. Petrus H, para Kabag dan Kasat Polres Konawe, Anggota DPRD Konawe, Hj. Nur Ilmi, Asisten I Setda Konawe, Nurdin, Perwakilan Badan Kesbangpol Konawe, Erjuna Rasjan.

Sementara dari Forum Koordinasi Antar Umat Beragama (FKUB)  dihadiri sejumlah tokoh Umat Islam, Kristen (Protestan dan Katolik), Hindu dan Budha.

Kegiatan ini sendiri mengangkat tema melalui koordinasi antar tokoh umat beragama “Kita Jalin Kebersamaan dalam Menyambut Natal dan tahun Baru 2019 dengan Kedamaian”.

Dalam kesempatan yang penuh keakraban tersebut, Kapolres Konawe, AKBP Muh Nur Akbar berharap semua pihak bersama sama menjaga kerukunan antar umat di wilayah hukum Polres Konawe dalam menyambut Natal 2018 dan tahun baru 2019.

Selain itu, Kapolres juga berharap semua pihak tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif menjelang pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan umum Legislatif dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

“Kita melihat banyak bermunculan di media sosial postingan yang bersifat provokatif yang bisa memecah belah keutuhan kita. Kalau itu terjadi di daerah lain, tetapi di Konawe jangan ada seperti itu. Kita jaga kebersamaan, tetap bergandengan tangan sebagai saudara. Kita beri contoh kepada daerah lain bahwa Konawe damai di tengah perbedaan ,” harap Akbar sapaan akrab Kapolres Konawe ini.

Sementara Ketua FKUB Kabupaten Konawe, H. Yakub Moita dalam kesempatan tersebut mengatakan Forum Koordinasi Antar Umat Beragama Kabupaten Konawe berkomitmen untuk tetap menjaga kerukunan antar umat di bumi Konawe, hidup bergandengan tangan di tengah perbedaan.

“Semua kita rangkul, tidak ada istilah minoritas,” kata H.Yakub Moita.

H.Yakub Moita juga berharap apa yang terjadi di Ibukota dan daerah lain jangan diikuti. Karena kata dia, Konawe tidak sama dengan daerah lain. Dia juga menegaskan bahwa FKUB di Konawe tetap terjaga dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here