Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Pemilihan Kepala Daerah secara serentak tahun 2018 baru saja  berlangsung. Pemilihan Kepala Daerah itu merupakan satu paket antara  pemilihan Bupati/Wakil Bupati Konawe dan pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Sultra.

Dalam pelaksanaan pemilihan tersebut, untuk wilayah hukum Polres Konawe dinyatakan kondusif sampai pelaksanaan rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan suara yang di gelar oleh KPUD Konawe dan KPUD Konawe Utara.

Namun untuk pemilihan Bupati/Wakil Bupati Konawe terdapat kejanggalan didalamnya sehingga pasangan nomor urut 2 dan nomor urut 3 melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait legalitas penyelenggara pilkada yakni KPUD Konawe.

“Gugatan itu bukan masalah hasil pemungutan suara di TPS melainkan Penyelenggara Pemilu sehingga kedua pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Konawe menggugat ke Mahkamah Konstitusi,”kata Kapolres Konawe saat memimpin apel pagi, Senin (30/7/2018)

Terkait dengan gugatan tersebut, Polres Konawe menggambil langkah antisipasi ketika terjadi gangguan kantibmas atas putusan yang akan di keluarkan Mahkama Kostitusi nanti.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Konawe AKBP Muh. Nur Akbar, SH., SIK., MH telah  memerintahkan Kabag Ops Polres Konawe Kompol Jufri Andi Singke untuk menyiapkan personel dan peralatan seperti mobil water canon, mobil security barier dan perlatan lainnya dalam rangka mengantisipasi gejolak yang dimungkinkan dapat terjadi  di Kantor Komisi Pemilihan Umum Kab. Konawe.

“ Sebelum di putuskan hasil gugatan pilkada konawe di MK, personel polres Konawe telah melakukan antisipasi dengan meningkatkan kegiatan patroli melalui operasi cipta kondisi dan menyiagakan anggotanya di KPUD Konawe, guna mengantisipasi hal-hal yang dapat merusak situasi kamtibmas di wilayah hukum polres konawe, demikian dengan polsek jajaran di siagakan,” Tambah AKBP Muh. Nur Akbar SH., SIK., MH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here