Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Kapolres Konawe AKBP Yudi Kristanto, SIK memimpin kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman penerimaan anggota Polri terpadu tahun 2021 yang bertempat di Aula Mako Polres Konawe, Senin (29/3/2021).

Dalam kegiatan tersebut Kapolres Konawe didampingi Wakapolres Konawe Kompol Jajang Kiswara, A.Md dan Kabag Sumda Polres Konawe Kompol H. Ambo Tuwo serta diikuti personel Bag Sumda dan panitia penerimaan anggota Polri tahun 2021 Polres Konawe.

Ditengah kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), dihadiri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Konawe yang diwakili Pelita S.Sos dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Konawe diwakili oleh Alfairin, SH serta dari Insan Pers Muh. Naim dan Putra.

Dalam kesempatan itu Kapolres Konawe menuturkan bahwa penerimaan angota Polri menggunakan prinsip ‘BETAH’ yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis.

“Masyarakat jangan ragu untuk melakukan pendaftaran karena dalam setiap pendaftaran anggota Polri tidak ada yang namanya sponsor atau calo, penerimaan Polri gratis tidak dipungut biaya,”kata Kapolres Konawe.

Ia menambahkan “Dalam penerimaan anggota Polri tentu kepercayaan masyarakat harus terus ditingkatkn oleh karena itu maka kita melibatkan semua unsur yang terkait, penanandatanganan MoU ini merupakan wujud untuk meningkatkan transparansi penerimaan anggota Polri,”tambah AKBP Yudi Kristanto, SIK.

Kepala Bagian Sumber Daya Polres Konawe Kompol H. Ambo Tuwo saat dikonfirmasi oleh Humas Polres Konawe diruang kerjanya mengungkapkan “Pelaksanaan pendaftaran mulai tanggal 16 Maret s.d 1 April 2021, dalam pengawasan penerimaan Polri ini melibatkan unsur internal dan eksternal untuk mengawasinya sehingga celah untuk melakukan permainan tidak akan terjadi dan tidak ada biaya apapun alias gratis sesuai dengan prinsip Clean and Clear,”ungkapnya.

Kompol H. Ambo Tuwo meminta semua pihak ikut serta melakukan pengawasan sesuai kewenanganya, agar penerimaan Polri berjalan lancar sesuai prinsip ‘BETAH’ dan Clean and Clear.

Sementara itu, Perwakilan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipl Kab. Konawe mengatakan “Pihaknya akan menugaskan satu anggotanya untuk membantu mencocokan data-data peserta dengan data yang dimiliki Dispenduk Capil agar data yang digunakan peserta sesuai kebenaran baik Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK),”kata Alfairin, SH.

Pelita, S.Sos selaku perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Konawe mengungkapkan bahwa berkaitan dgn pemeriksaan ijazah pihaknya akan melihat keaslian dan riwayat pendidikan mulai tingkat SD sampai SLTA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here