Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Kapolsek Bondoala Ipda Satria Madangkara. S, S.Tr.K memediasi seorang warga Desa Tani Indah Kec. Kapoiala Kab. Konawe yang menghalang-halangi penimbunanan lahan empang yang sudah dibebaskan oleh pihak perusahaan PT. OSS, Selasa (17/9/2019) pukul 15.00 wita.
Warga Deswa Tani Indah bernama Ibu Samin yang menghalang-halangi penimbunan lahan tersebut dengan alasan pada saat pembebasan lahan miliknya tersebut terdapat janji/kesepakatan dari Pak Made dan Ibu Samin yang sampai saat ini belum direalisasikan oleh Pak Made.
Ibu tersebut juga menuntut untuk dilakukan pembebasan lahan mangrove yang diklaim miliknya sedangkan lahan mangrove tersebut merupakan milik / dikuasai oleh negara dan sepetak tanah miliknya yang terdapat bangunan rumah yang mereka tinggali.


Kapolsek Bondoala mencoba untuk melakukan mediasi terkait harga yang akan dijualkan lokasi tanah tersebut namun pihak Ibu Samin tidak memberikan penawaran harga yang akan disampaikan kepada perusahaan.


Dalam kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Mr. Jiang serta Karyawan perusahaan dari Divisi Geologi. Kegiatan berakhir pada pukul 16.00 wita, situasi aman dan kondusif.

Kapolsek Bondoala Ipda Satria Madangkara. S, S.Tr.K melalui Kasi Humasnya Aiptu La Umar mengatakan “ Kegiatan mediasi dilakukan untuk memberikan himbauan kepada ibu Samin bahwa aksi yang dilakukannya telah menyalahi aturan yang berlaku dan lahan yang akan dilakukan penimbuhan sudah dibebaskan dan telah disaksikan langsung proses pembebasannya,”katanya.


Menurutnya lagi, Pihak perusahaan PT. OSS tetap akan melakukan proses penimbunan lahan tersebut pada hari Rabu tanggal 18 September 2019 sekitar pukul 08.00 wita dengan alasan semua proses pembebasan sudah diselesaikan,”tutur Aiptu La Umar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here