Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Kapolsek Sampara Iptu I Made Adi Iswanto, SH bersama empat orang anggotanya memantau perkembangan arus lalulintas dan pembuatan jembatan darurat di Desa Andadowi Kec. Sampara Kab. Konawe, Senin (8/7/2019).
Lokasi pembuatan jembatan darurat itu pernah terendam akibat banjir yang melanda Kab. Konawe sehingga jalanannya rusak bergelombang dan longsor.
Sampai saat ini semua jenis kendaraan yang melintasi jalanan tersebut mengalami kemacetan hingga 1 km.

Kapolsek Sampara Iptu I Made Adi Iswanto, SH saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menjelaskan bahwa telah dilaksanakan pekerjaan pembuatan jembatan alternatif dari PT. OSS yang menghubungkan jalan Nasional Kab. Konawe menuju Kab. Konawe Utara.

“ Adapun item pekerjaan yang dilaksanakan yaitu pengerukan sisa – sisa material kontruksi bangunan jembatan yang sebelumnya di buat oleh kementrian PU RI disekitar lokasi saluran air dan mengeluarkan material lumpur yang berada di dalam saluran air serta perbaikan kondisi jalan disekitar lokasi pembuatan jalan alternatif dengan menggunakan alat berat jenis exavator,”jelas Kapolsek Sampara.

Ditambahkannya lagi bahwa Pihak PT. OSS telah melaksanakan koordinasi dengan pihak Kementrian PU RI pada hari Minggu tanggal 07 Juli 2019 sehubungan dengan rencana dari PT. OSS untuk membuat jembatan dan sudah diberi izin oleh pihak Kementrian PU dengan syarat pihak PT. OSS membuat kontruksi jembatan alternatif yang dapat dibuka sewaktu – waktu karena lokasi rencana pembuatan jembatan alternatif dari PT. OSS sebelumnya sudah dibuat jembatan oleh kementrian PU RI melalui anggaran dana pusat pada thn 2016, namun pihak kontraktor yang ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan itu sampai saat ini belum menyelesaikan pembuatan jembatan tersebut.

Bahan untuk membuat kontruksi bangunan jembatan alternatif tersebut yaitu dari besi cor yg sudah dibuat di PT. OSS dan akan dibawah ke Desa Andadowi apabila alat berat sudah menyelesaikan dudukan besi cor yang nantinya akan di pasang dilokasi pembuatan jembatan alternatif tersebut dengan panjang jembatan sekira 30 Meter.

Salah seorang warga Desa Andadowi menuturkan bahwa Lokasi rencana pembuatan jembatan alternatif tesebut merupakan daerah yang rawan banjir akibat luapan sungai konaweeha dan sering merendam rumah warga hingga 150 cm.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here