Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Kepala Satuan Res Narkoba Polres Konawe Iptu Abd. Harist mewakili Kapolres Konawe dalam menghadiri rapat tentang Pembahasan Status Tanggap Darurat Bencana Konawe yang diperpanjang.

Daslam rapat tersebut telah menghasilkan kesepakatan bahwa Status Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor Kab. Konawe resmi diperpanjang untuk satu minggu ke depan (26 Juni – 2 Juli 2019).

Keputusan perpanjangan tanggap darurat bencana Konawe ini diputuskan dalam rapat evaluasi penentuan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor Kabupaten Konawe yang digelar di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana (Kantor PMI Konawe), Selasa (25/6/2019) malam.

Rapat ini dipimpin Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara, ST, MM dan dihadiri oleh Sekda Konawe Ferdinand, SP, MH, Iptu Harist mewakili Kapolres Konawe, Danramil Unaaha Kapten Inf Kislan, Danramil Wawotobi Kapten Inf Salmar Gona, Tim pendamping dari BNPB pusat.

Turut hadir pula Kadis PU Ir. Muh Syahrullah Saranani, ST, MT, Staf BPBD Konawe, Staf Ahli Drs. Muhammad Akib Ras, M. Si, mewakili Kominfo Drs.Candra, mewakili Dinas Kesehatan Sahrul, S.KM, MM, Kabag Humas Dr. H. Herianto Wahab, M. Kes.

Ditemui usai pimpin rapat penentuan status tanggap darurat, Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara mengatakan dasar penambahan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Konawe itu karena masih ada 3.117 pengungsi yang tersebar di beberapa titik pos pengungsian.

Selain itu masih kata Gusli, tim tanggap darurat masih melakukan pendistribusian logistik ke daerah terosolir seperti Kecamatan Routa dan Latoma. Serta masih ada genangan air di pemukiman warga di Kecamatan Wonggeduku dan Pondidaha setinggi 50 sampai 90 Centi Meter.

“Setelah kita melihat dan mengkaji situasi dan kondisi nyata di lapangan maka kita putuskan status tanggap darurat kita perpanjang satu minggu kedepan,” kata mantan ketua DPRD Konawe.

Selain itu, lanjut Wakil Bupati Konawe ini, dalam rapat tersebut terungkap bahwa ada penyakit gatal-gatal yang menyerang kurang lebih 80 orang di Kecamatan Kapoiala. Hal itu dilaporkan oleh Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, Sahrul, SKM, MM.

Menyikapi laporan tersebut, Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara sarankan kepada Dinas terkait untuk mengambil sampel air dan kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium.

“Sudah saya sarankan agar diambil sampel airnya baru diperiksa di Laboratorium. Sehingga penyebab penyakit gatal-gatal yang diderita warga dapat diketahui,”ucap Wakil Bupati Konawe.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here