Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Ini peringatan buat pengguna media sosial agar selalu menyaring kebenaran informasi sebelum mengupload ke dunia maya karena bisa meresahkan masyarakat.

Contohnya akun media sosial Facebook milik Helmi Latepo (17) tahun warga Kecamatan Pondidaha,Kabupaten Konawe yang sempat memposting di akun FB miliknya terkait begal yang marak terjadi di Kabupaten Konawe.

Untuk mengklarifikasi hal tersebut, Helmi Latepo menyambangi Mapolres Konawe dan memberikan klarifikasi dan permohonan maafnya kepada masyarakat Konawe dan Polres Konawe terkait fostingannya di Facebook.
Dalam video yang berdurasi 20 detik itu, yang bersangkutan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya menyebar luaskan informasi yang belum tentu kebenarannya.


“Saya Helmi Latepo memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan Polres Konawe atas fostingan saya di facebook tentang maraknya pembegalan dikonawe. Bahwa informasi tersebut tidak benar adanya, untuk itu saya berjanji tidak akan mengulangi lagi.”jelasnya.


Menurut salah seorang anggota Sat Reskrim Polres Konawe Bripka Herry Matta “ Pemilik akun FB tersebut sudah meminta maaf dan tidak akan lagi mengulangi perbuatannya dengan memberikan informasi yang belum jelas kebenarannya melalui media sosial , hal ini perlu dilakukan pembinaan atau diingatkan bahwa dalam memberikan suatu informasi baik sifatnya langsung maupun melalui media sosial harus melihat kebenarannya lalu disampaikan kepada siapa saja,”tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here