Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id –  Sekitar 11 tahun lamanya dari 16 kepala keluarga masyarakat kampung Bajo mendiami Desa Tapunggaya Kec. Molawe Kab. Konut yang mata pencahariannya adalah sebagai nelayan kini mulai mengeluh karena penghasilannya kian menurun.

Menurunnya penghasilan masayarakat kampung Bajo itu karena laut sebagai tempat mencari napkah untuk mencari ikan mulai tercemar dengan limbah perusahaan tambang PT. BUMI KONAWE MINERINA (BKM) yang berada di Desa Tapunggaya Kec. Molawe.

Keluhan itu sudah sering disampaikan kepada pihak perusahaan, namun perusahaan belum pernah memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka alami.

“Kami sudah dua kali melakukan pemalangan jalan holing menuju Jety agar pihak PT. BKM memperhatikan nasib kami namun sampai saat ini belum ada titik terang,”cap Umar Tanggelu perwakilan masyarakat kampung Bajo.

Tiba-tiba saja masyarakat tersebut mendatangi Mako Polsubsektor Molawe dengan maksud untuk mengadukan nasib mereka kepada Kanit Binmas Polsek Lasolo.

Sebagai insan Bhayangkara yang beritikat baik dalam melayani masyarakat langsung memanggil pihak perusahaan yang di wakili oleh humas PT.BKM Umar dan Syamsuddin  untuk mempertemukan kedua belah pihak.

Dari hasil pertemuan itu, Kasi Humas Polsek Lasolo menuturkan “Masyarakat kampung bajo meminta kepada pihak perusahaan PT. BKM agar 16 kepala keluarga yang mendiami kampung Bajo dapat dipekerjakan serta terowongan tempat lewat perahu segera diperbaiki yang selama ini tertimbun lumpur, kemudian pihak PT.BKM akan menjalankan sesuai apa yang telah disepakati bersama dalam pertemuan itu,”tutur Bripka Ronal.

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here