Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Sat Reskrim Polres Konawe terus melakukan pendalaman terhadap dugaan penyerobotan kawasan hutan lindung yang dilakukan oleh PT Karyatama Konawe Utara (KKU). Perusahaan ini diduga Perusahaan Modal Asing.

Diketahui, dalam perkara ini, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi. Bahkan, penyidik telah melayangkan surat panggilan kepada nama-nama yang tertera dalam akta pendirian PT. Karyatama Konawe Utara ( KKU).

Kapolres Konawe AKBP Muhammad Nur Akbar, S.H., S. IK., M.H. melalui Kasat Reskrim Iptu Rachmat Zam Zam mengatakan, penyidik telah melayangkan panggilan terhadap nama – nama yang tertera dalam akta pendirian PT. KKU.

“ Paling lambat minggu depan nama-nama yang dipanggil akan menghadiri panggilan penyidik untuk dimintai keterangan,” kata mantan Kapolsek KP3 Kendari itu saat ditemui di ruang kerjanya, pada Senin (23/9/2019).

“Untuk Direktur PT KKU ini sudah panggilan ketiga, kalau tidak hadir kita akan jemput paksa,” tambahnya.

Sebelumnya, penyidik Reskrim Polres Konawe telah melakukan penyegelan dan penyitaan aset milik PT. KKU atas dugaan tindak pidana Kehutanan.

Perusahaan Modal Asing itu diduga melakukan penyerebotan kawasan hutan tanpa memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Untuk menunjang aktivitasnya, PT KKU membangun kantor, mess karyawan dan jalan hauling di dalam kawasan hutan di Desa Tambakua, Kecamatan Landawe, Kabupaten Konawe Utara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here