Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Pertemuan antara pihak PT. Multi Bumi Sejahtera (PT.MBS) dengan Masyarakat Pemilik Lahan merupakan suatu langkah untuk mencapai kesepakatan dalam pembahasan sekaligus pembayaran dana royalti atas penjualan ore nikel bertempat di Balai Pertemuan Kel. Amonggedo Baru Kec. Amonggedo Kab. Konawe. Sabtu (24/11/2018)

Dalam giat pertemuan tersebut dihadiri oleh Camat Amonggedo Drs. Nuriadin, Kapolsek Pondidaha IPDA Hasbul Jaya, SH bersama 15 Anggota sekaligus pengamanan, Perwira Penghubung Kodim Kendari-Pemkab.Konawe Mayor Inf. Petrus Hakaya, Tim 5 PT. MBS (Riwanto, S,Pd, Bahrin Rais, Si,Sip,M,Si, Jalaludin, Teu Resky), Kades Matabura Sugeng Supriatna, Kades Dunggua Maliatin serta segenap masyarakat pemilik lahan lainnya.

Namun pada saat pertemuan sedang berlangsung, masyarakat pemilik lahan yang lahannya diolah oleh Koperasi Serba Usaha Dunggua Jaya (KSU Dunggua Jaya) melakukan orasi yang dikoordinir oleh Sdr. Muh. Arjuna Cs terkait penolakan dilakukannya pembayaran royalti lahan dari PT. MBS karena tidak sesuai dengan komitmen dan dianggap hanya akan memecah belah masyarakat

Setelah itu para pemilik lahan masuk ke balai pertemuan dan berdialog dengan pihak PT. MBS yang di wakili oleh Tim 5. Dalam dialog, pemilik lahan pertambangan nikel yang di olah KSU Dunggua Jaya, mengajukan tuntutan dengan Mendesak kepada Camat Amonggedo agar menghadirkan sdr, Saud Sitorus selaku direktur PT. MBS, guna memberikan penjelasan kepada masyarakat sehubungan pembayaran royalti atas penjualan biji ore nikel kurang lebih 35.000 metrik ton yang belum di bayarkan kepada masyarakat pemilik lahan.

Selain itu para pemilik lahan juga Mendesak agar Tim 5 PT. MBS segera di bubarkan karena tidak mempunyai legalitas dan di anggap berpihak dan mendukung PT. MBS serta mendesak kepada sdr, Saud Sitorus selaku direktur PT. MBS untuk menghentikan segala aktifitas, dan segera meninggalkan Amonggedo.

Dalam pertemuan tersebut tidak membuahkan suatu kesepakatan namun sempat terjadi perselisihan antara kedua belah pihak, dan suasana menjadi tegang atas kehadiran Saud Sitorus Cs sehingga pertemuan tidak dapat di lanjutkan,

Personil Polsek Pondidaha bersama anggota Koramil Wawotobi langsung menenangkan situasi dan segera mengamankan dan membawa Saud Sitorus untuk meninggalkan balai pertemuan.

Salah satu pemilik lahan Jabal Nur mengatakan bahwa “terjadinya ketegangan akibat kehadiran Saud Sitorus yang membawa preman Kendari sehingga masyarakat merasa tidak nyaman dan berupaya mengusirnya”. Ucapnya

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Pondidaha IPDA Hasbul Jaya,SH mengatakan bahwa “melihat situasi yang kurang kondusif, kami langsung menenangkan suasana lalu kami mengamankan dan membawa Saud Sitorus Cs meninggalkan balai pertemuan untuk mengantisiapsi terjadinya hal – hal yang tidak di inginkan”. Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here