Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Beberapa Perusahaan Pertambangan Ore Nikel diwilayah Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah beraktivitas namun menjadi sorotan oleh Koalisi Masyarakat Peduli Konawe Utara (Kompak) dalam aksinya menuntut hak masyarakat terhadap beberapa perusahaan tambang.

Perusahaan tersebut, yakni PT. Daka Group, PT. Paramitha, PT. Manunggal, PT. Sinar Jaya dan PT. Rhosini. Perusahan ini mengelolah pertambangan mineral dan batu bara yang diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 1967 dan UU Nomor 4 Tahun 2009.

Untuk mengantisipasi keributan dan kontak pisik dilapangan, Kepolisian Sektor Lasolo yang dipimpin langsung oleh Ipda Reginald.Y.S. S.Tr.K, bersama anggotanya melakukan pengawalan dan pengamanan masa aksi yang bergerak dari depan Balai Desa Boenaga sampai tiba di pos security PT. Manunggal, Selasa (12/02/2019)

Dalam aksinya Jenderal Lapangan Kompak, Iqbal, S.Kom dan Abd. Safar menjelaskan segala aktivitas baik mengenai hak masyarakat pemilik lahan maupun masyarakat lingkar tambang adalah kewajiban mutlak yang harus dilaksanakan demi hukum dan keadilan.

Dengan tegas dikatakan, beberapa perusahaan tersebut dinilai masih sangat jauh dari harapan masyarakat. Aktivitas beberapa perusahaan telah nampak didepan mata kita seperti melakukan kejahatan lingkungan meliputi pencemaran lingkungan dan pengrusakan daerah aliran sungai yang mengakibatkan rusaknya sumber mata air didaerah ini.

Olehnya itu, kami dari Koalisi Masyarakat Peduli Konawe Utara (Kompak) menyatakan sikap sebagai berikut :

“Mendesak Perusahaan PT. Daka Group, PT. Paramitha dan PT. Manunggal, untuk menghentikan segala aktivitasnya, mendesak untuk membayar hak masyarakat sesuai kesepakatan Tahun 2013 silam dan kesepakatan Tahun 2017.

Kemudian, mendesak untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya atas kerusakan lingkungan, pencemaran laut dan daerah aliran sungai.

“Kompak berharap kepada pihak Kepolisian untuk menangkap dan memproses secara hukum atas kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh pihak perusahaan dan mendesak Bupati Konawe Utara (Konut) untuk memberikan rekomendasi pemberhentian aktivitas Direktur Perusahaan.

Menurut Kasi Humas Polsek Lasolo “ Aksi unras yang dilkukan oleh Koalisi Masyarakat Peduli Konawe Utara (Kompak)  berlangsung dengan baik aman dan kondusif,”tutur Bripka Ronald. Z.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here