Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id –  Kepolisian Resor Konawe mengamankan jalan aksi unras di DPRD Konawe yang sempat ricuh,. Kericuhan tersebut antara massa dengan Wakil Ketua I DPRD Konawe, Rusdianto, Rabu (20/2/2019).

Aksi demonstrasi tersebut menamakan dirinya sebagai Konsorsium Lembaga Swadaya Masyarakat di Kantor Sekretariat DPRD Konawe.

Kejadian itu bermula saat massa hendak menyampaikan aspirasinya tentang dugaan desa fiktif yang selama ini diduga menerima dana desa. Karena tak ada anggota dewan yang menemui mereka, massa pun menyisir ruangan di Gedung Abdul Samad (gedung parupirna) Namun, tak satu pun anggota Dewan yang didapati.

Massa pun akhirnya geram dan mencoba untuk melakukan penyegelan. Akan tetapi, aksi itu segera dihalau oleh Rusdianto yang kebetulan baru saja tiba di Kantor Dewan.

Anggota legislatif dari PDI Perjuangan itu kemudian langsung mendekati mobil sound sistem. Ia diberi microphone oleh salah seorang massa aksi untuk berbicara.

Namun orator massa, Ilham Saputra tampak tak memberi ruang kepada Rusdianto untuk berbicara. Killing-sapaan akrab Ilham Saputra-lalu memerintahkan massanya untuk melakukan penyegelan.

“Segel saja tidak ada juga anggota Dewan yang berkantor,” teriak Killing.

Merasa tak dihiraukan orator, Rudi akhirnya melempar mic yang digenggamnya ke arah sound. Selanjutnya, ia mendatangi Killing dan menarik kabel mic. Killing pun tak terima dengan tindakan itu dan langsung melompat turun dari atas mobil.

Rekan-rekan Killing yang melihat tindakan Rudi juga dengan sigap langsung mengerumuni Rusdianto. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan.

Rudi-sapaan akrab Rusdianto-kemudian terlibat adu mulut yang cukup panas dengan massa aksi. Bahkan Rudi dan beberapa orang (dari massa aksi) nyaris baku hantam. Untung saja segera dilerai.

Kejadian yang nyaris baku hantam itu tak hanya terjadi sekali, tapi beberapa kali. Karena ketidaksepahaman itu massa pun akhirnya membubarkan diri dari Sekreariat DRPD Konawe.

Saat ditemui awak media, Rudi mengatakan, massa aksi itu tidak menghargai dirinya. Padahal, ia sendiri merupakan Wakil Ketua I DPRD Konawe yang sudah siap untuk menerima aspirasi massa.

“Tujuan mereka ke kantor DPRD itu apa. Mau menyampaikan aspirasi atau mau menyegel Kantor. Mereka harus paham subtansi persoalan yang akan disampaikan. Jangan hanya teriak-teriak saja,” tegas Rudi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Konawe itu juga mengungkapkan, ketidakhadiran para anggota Dewan bukan karena malas. Akan tetapi sedang dalam massa reses yang telah berlangsung sejak tanggal 18 hingga 22 Februari.

“Anggota dewan yang lain lagi reses. Saya pun hari ini ada agenda reses, tapi nanti sore. Saya datang ke sini karena sengaja untuk menerima aspirasi adik-adik tadi,” pungkasnya.

Menurut Kasat Sabhara Polres Konawe Iptu Alboin Lubis selaku Padal  “Kejadian saling dorong-mendorong antara Wakil Ketua I  DPRD Konawe dan massa aksi tidak ada  tindakan anarkis lain seperti membakar ban, pelemparan Kantor DPRD dll, kami tetap kawal dan menagmankan aksi tersebut sampai massa kembali ke tempatnya masing-masing,”tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here