Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Aksi Unjuk rasa yang dilakukan oleh LSM Lira Kab. Konawe mendapat pengawalan dan pengamanan personel Polres Konawe dan Polsek jajaran Polres Konawe pada, Senin (10/82020) pukul 09.00 wita.

Aksi tersebut bertempat di SMA Neg. 1 Wawotobi Kab. Konawe LSM LIRA Kab. Konawe yang dipimpin oleh korlap sdr. Agusalim dengan jumlah massa sekitar 50 orang.

Adapun permasalahan yang telah disampaikan yaitu adanya dugaan pungli di SMA Neg. 1 Wawotobi terkait pembuatan aplikasi Quipper (aplikasi proses belajar online) yang mana siswa dan siswi dibebankan biaya pembuatan aplikasi sebesar Rp. 260.000,- per siswa dan siswi.

Sdr. Agusalim dalam orasinya mendesak Kepala SMA Negeri 1 Wawotobi dan Dewan Komite SMA Negeri 1 Wawotobi untuk memberhentikan pembiayaan pembuatan aplikasi Quipper (aplikasi proses belajar online) yang dibeabnkan kepada siswa-siswi.

Kemudian mendesak Kepala SMA Negeri 1 Wawotobi untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara oline dengan menggunakan aplikasi yang telah disiapkan pemerintah yang tidak dipungut biaya.

Dalam kesempatan itu Kasubbag Humas Bag Ops Polres Konawe saat dikonfirmasi mengatakan “Dalam aksi unjui rasa ini berlangsung dengan aman, saat massa menyampaikan tuntutannya pihak SMA Wawotobi telah mengakui dan menyadari atas kesalahan yang dilakukan, oleh karena itu apa yang telah disampaikan massa telah disepakati untuk menghentikan pungutan pembiayaan pembuatan aplikasi Quipper kepada siswa-siswi,”kata AKP Alboin Lubis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here