Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Kepolisian Resor Konawe dan jajarannya masih tetap eksis dengan kegiatan pengamanan, pengawalan dan monitoring semua tahapan pemilu tahun 2019, saat ini kegiatan Kepolisian terkait dengan pemilu adalah pengamanan dan pengawalan kotak suara dari PPK menuju KPUD.

Namun dalam kegiatan pengamanan, pengawalan dan monitoring tersebut tidak terabaikan dengan tugas pengamanan lainnya seperti pengamanan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Lembaga Konsorsium Mahasiswa Konawe Anti Korupsi yang dihelat di depan Kantor Bupati Konawe, pada Rabu (24/4/2019).

Puluhan Massa yang tergabung dalam lembaga tersebut telah membacakan pernyataan sikapnya agar Penyidik Kepolisian segera mengusut tuntas kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan banyak pihak itu.

Selain itu, Mahasiswa Konawe Anti Korupsi juga meminta pihak Kepolisian untuk menindaklanjuti nama-nama yang diduga turut menikmati aliran dana tersebut sebagaimana disebut dalam testimoni mantan bendahara P dan K, Gunawan yang saat ini sudah menjadi tersangka dalam perkara dimaksud.

“Kami minta Polres Konawe segera memeriksa sejumlah nama yang diduga turut menikmati aliran dana tersebut,” kata Korlap Massa aksi, Anjarwan.

Sekedar diketahui, dugaan Korupsi dana rutin pemeliharaan gedung kantor tahun anggaran 2016 di lingkup Dinas Pendidikakan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara diduga melibatkan sejumlah nama.

Dugaan keterlibatan sejumlah petinggi daerah dan pejabat lainnya dalam kasus ini diungkapkan oleh tersangka GNW selaku Bendahara Diknas saat itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here