Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Personel Kepolisian Resor Konawe dan Personel Polsek Unaaha mengawal dan mengamankan jalannya aksi Unras di depan Kantor Bupati Konawe, Senin (24/6/2019).


Saat melakukan aksi unras, massa demonstrasi yang di lakukan oleh sejumlah Aktivis Kabupaten Konawe, sempat bersitegang dengan aparat Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja.


Namun dalam aksi itu, Kasat Intel Polres Konawe Iptu Sriyanto, SE., MM dan Kapolsek Unaaha Iptu Setyono, SH telah meredah para demonstran untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.


Berdasarkan keterangan koordinator lapangan (korlap) aksi demonstrasi, Ilham Kiling, temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia, dari total Rp. 32.925.800.000, yang diperuntukan Organisasi/lembaga di Daerah dan di salurkan oleh Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Konawe. Diberikan kepada 236 lembaga.


“Dari jumlah 32 Milyar lebih, yang di peruntukan 315 organisasi atau lembaga hanya 236 yang telah menerima, kurang lebih yang sudah tersalurkan Rp. 8.124.709.250, masih ada sekitar 16 Milyar yang belum di pertanggung jawabkan”.Jelas Ilham Kiling.


Menurut Ilham Kiling, penerima bantuan yang di salurkan, tidak tepat sasaran dan tidak sesuai, karena dana bansos yang seharusnya untuk lembaga atau organisasi malah di berikan kepada pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemda.


“ Penerima bantuan ini banyak yang tidak benar, dari pernytaan Kepala Bidang BPKAD, ada ASN yang ikut menerima, Pejabat yang bersangkutan harus mempertanggung jawabkan semua ini,”kata Ilham killing diselah aksi, Senin (24/06/2019.


“ Aksi unras ini tidak terjadi tindakan anarkis, setelah mereka melakukan orasi langsung membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing,”ucap Kapolsek Unaaha saat ditemua di depan Kantor Bupati Konawe.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here