Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id –  Tiga orang pemuda yang selama ini buron karena bersekongkol dalam melakukan aktifitas pencurian motor, berhasil dibekuk oleh Tim Khusus (Timsus) Reskrim Polres Konawe.

Kasat Reskrim Polres Konawe, Iptu Rachmat Zam Zam, yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/1/2019), menjelaskan, pelaku adalah residivis kasus pencurian.

“Erwin Sahrir alias Erwin Bin Edi usia 26 tahun, warga Desa Abelisawah, Kecamatan Anggalomoare, kami tangkap di Kendari pada Rabu kemarin, sekitar pukul 17.05 Wita. Kemudian Anton kami tangkap di Kecamatan Pondidaha hari ini, dan Harlan saat ini masih berada di rumah sakit,” paparnya.

Harlan (33), sedang terbaring di BLUD Rumah Sakit Kabupaten Konawe. Ia harus mendapatkan perawatan lantaran menjadi korban dalam kasus lain yakni penganiayaan di Kecamatan Uepai. Penahanan kemudian tidak dilakukan terhadap Harlan dengan alasan kesehatan.

“Komunikasi awal dari ketiga tersangka yakni di Rutan Konawe saat sedang menjalani hukuman. Jadi setelah mereka bebas dari hukuman, mereka kemudian bersekongkol lagi untuk melakukan pencurian motor,” terangnya.

Hasil pengakuan sementara dari tersangka, Erwin bersama rekannya tersebut sudah lima kali melakukan tindak pidana pencurian di lima lokasi berbeda dalam wilayah hukum Polres Konawe.

“Pertama sepeda motor matic yamaha mio soul warna kuning, TKP pencurian di depan RM Mas Joko, Kelurahan Ambekaeri, sepeda motor ninja RR warna hitam, TKP perumahan sosial, sepeda motor beat warna biru, TKP di Kecamatan Sampara. Dari lima kendaraan roda dua yang dicuri, sudah 3 motor yang diamankan,” tutur Kasat Reskrim.

Adapun 2 lainnya masih dalam penelusuran yakni sepeda mio sporty biru, TKP di Kelurahan Lalosabila, dan satu sepeda motor yang belum diketahui pihak kepolisian.

Barang bukti yang telah diamankan di Polres Konawe tersebut telah diubah warnanya oleh tersangka sebelum diamankan. Motor matic mio soul yang sebelumnya berwarna kuning, diubah menjadi merah, kawasaki ninja RR diubah menjadi warna hijau. Hanya honda beat yang tetap dengan warna birunya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka disangkakan dengan pasal 363 subsidair 362 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here