Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Kurang dari 2 x 24 jam, Tim Khusus (Timsus) Reskrim Polres Konawe berhasil menangkap Rusdin (28) pelaku pembunuhan terhadap korban Rina (40), warga Desa Tombawatu, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe.

Pelaku yang tak lain adalah teman dari suami korban merupakan warga jalan Lure, Kelurahan Dawi – Dawi Kecamatan Pomala Kabupaten Kolaka tersebut ditangkap di Kelurahan Sabilambo Kecamatan Kolaka Kabupaten Kolaka, Kamis (11/7/2019) sekira pukul 13:00 Wita.

Kapolres Konawe AKBP Muh.Nur Akbar, SH, S.IK, MH melalui Kasat Reserse Kriminal (Reskrim), Iptu Rachmat Zam Zam, SH mengatakan Timsus Reskrim Polres Konawe berhasil mengungkap kasus pembunuhan tersebut berkat bantuan dari Tim IT Polda Sultra dalam hal ini Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, Kompol Dr, dr, Mauluddin dan Tim dari Polres Kolaka.

“Tersangka kami tangkap saat hendak melarikan diri ke Kabupaten Luwu Timur, Sulsel,” kata mantan Kapolsek KP3 Kendari ini, Kamis (11/7/2019).

Menurut perwira pertama Polri dengan pangkat dua balak di pundak itu, pelaku merupakan residivis yang sudah enam kali keluar masuk penjara dengan perkara berbeda.

Dikatakan, sebelum melarikan diri ke Kabupaten Luwu Timur, pelaku berencana singgah beristirahat di rumah keluarganya di Pomala. Namun, sebelum tiba di tujuan, tersangka Rusdin keburu diringkus oleh Timsus di jalan, tepatnya kilometer 10, Kelurahan Sabilambo.

Lebih lanjut kata Rahcmat Zam Zam, pelaku membunuh korban menggunakan sebilah parang karena tersingnggung atas ucapan korban yang diduga telah menghina kakak pelaku.

Saat ini pelaku telah diamankan di Sel Tahanan Mapolres Konawe untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

“Tersangka kita kenakan pasal 338 subsider pasal 351 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” ujarnya.

Rachmat Zam Zam menuturkan bahwa korban Rina meregang nyawa setelah ditebas oleh Rusdin mengunakan sebilah parang pada, Selasa (9/7/2019) sekira pukul 20.45 Wita. Korban meninggal saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit.

Peristiwa pembunuhan ini diketahui sekira pukul 20.00 Wita. Saat itu korban keluar dari rumahnya sambil berlari menuju ke arah rumah Adnan sambil berteriak minta tolong.


Setelah tiba di rumah tetangganya tersebut, korban kemudian memukul-mukul pintu. Saat pintu dibuka, Adnan melihat korban bersimbah darah dan merintih kesakitan sambil berkata Rusdin potong saya.

Melihat korban telah bersimbah darah, Adnan dibantu warga langsung melarikan korban ke rumah sakit. Namun dalam perjalanan korban menghembuskan nafas terakhirnya.

Korban mengalami luka tebasan pada pipi seblah kanan hinggah ke dagu dan pergelangan tangan kanan.

Kapolsek Bondoala Iptu Sopian, S.Sos melalui Kasi Humas Polsek Bondoala Aiptu La Umara saat dikonfirmasi oleh Humas Polres Konawe mengatakan “ Setelah ada laporan dari warga bahwa telah terjadi pembunuhan di Desa Tombawatu maka kami langsung ke TKP, saat tiba di TKP kami langsung mencari pelaku tapi pelakunya sudah kabur menuju Kota Kendari,”katanya melalui saluran Handpone.

Ia menambahkan “ Korban tersebut kami arahkan untuk dibawah di rumah sakit namun dalam perjalanan korban meninggal dunia, sedang pelaku setelah melakukan pembunuhan Ia langsung meminta dibonceng bersama Idil untuk mengantarnya bermalam ke Hotel Angga Indah Kendari dan barang bukti disimpan di lantai 3 di bawah tower air Hotel tersebut,” ”tambah Aipda La Umar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here