Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Kapolres Konawe AKBP Wasis Santoso SIK mengimbau kepada masyarakat yang belum melakukan vaksinasi agar segera datang ketempat pelayanan vaksin Covid-19.

AKBP Wasis Santoso, SIK mengatakan, ini dilakukan mengingat rendahnya persentase vaksinasi di Kabupaten Konawe yang hanya mencapai 34,84 persen. Peringkat terakhir khusus daratan Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Konawe ini tidak hanya terfokus di salah satu tempat saja, namun juga dilaksanakan di beberapa tempat termasuk digerai vaksinasi Polres Konawe.

“Kita berharap masyarakat mendukung program vaksinasi ini. Gerai vaksinasi Massal presisi Polres Konawe dan Pemkab akan dilaksanakan pada Kamis 2 Desember 2021 di Halaman Kantor Bupati Konawe,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa jajaran Polres Konawe mendukung dan membackup tugas dari pada Pemkab Konawe dalam percepatan vaksinasi. Dan pihaknya juga memiliki kewajiban untuk menghabiskan stok vaksin yang ada.

“Kebetulan untuk pembagian vaksinasi kami dari Kepolisian 20 persen, 60 persen Pemerintah Daerah, kemudian 20 persen TNI,” kata Kapolres Konawe.

Dihadapan Sekda dan OPD Konawe, Kapolres Konawe membeberkan bahwa banyak kendala di lapangan terkait vaksinasi. Diantaranya, masyarakat termakan hoaks terkait vaksinasi.

“Mungkin masih belum timbul adanya kesadaran maka dari itu saya mengimbau kepada masyarakat, varian ketiga ini sudah mulai muncul itu varian omnicron. Tidak menutup kemungkinan namanya pandemi itu cepat menyebar,” ujarnya.

Ia pun menekankan kepada personil Bhabinkamtibmas untuk bekerja serius dalam mencapai target vaksinasi ini.

uUntuk mempermudah warga dalam melakukan vaksinasi, kini masyarakat dapat melakukan vaksinasi di mana saja seperti Polres Konawe dan Puskesmas terdekat. Kemudahan ini dimaksudkan agar percepatan vaksinasi dapat berjalan secara maksimal.

Untuk itu ia berharap dengan adanya kegiatan ini, dapat membantu masyarakat Kabupaten Konawe yang belum melakukan vaksinasi untuk divaksin Covid-19, guna mengurangi penyebaran virus corona.

“Bagi masyarakat yang belum vaksinasi dosis tahap pertama dan kedua, segera melaksanakan vaksinasi di gerai vaksinasi Kantor Daerah pada Kamis 2 Desember 2021,” pungkasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Konawe memutuskan menjadikan kartu vaksin sebagai syarat dalam mengurus administrasi di Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (PTSP).

Pernyataan ini diungkap langsung oleh Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe, Ferdinand Sapan saat rapat koordinasi percepatan vaksinasi di pendopo Kantor Bupati Konawe, Selasa (30/11/2021).

Ferdinand mengatakan, hal ini merupakan upaya pihaknya dalam mendorong percepatan vaksinasi di Kabupaten Konawe. “Pengurusan data kependudukan yang ada di Catatan Sipil maupun perizinan nanti di PTSP kita sudah mempersyaratkan itu semua,” kata Ferdinand.

Dengan begitu, masyarakat termotivasi untuk melakukan vaksinasi. Sementara itu, untuk Camat dan Lurah, Ferdinand melanjutkan, memiliki tugas pokok untuk meyakinkan masyarakat agar terlindungi dari semua aspek termasuk kesehatan.

“Jika dia (Camat dan Lurah ) tidak capai kinerja itu kita ingin tahu alasannya apa, supportingnya kenapa. Kalau misalnya ele-elean ya kita copot saja,” tegasnya.

Sedangkan untuk Kepala Desa (Kades) yang tidak mencapai kinerja vaksinasi terancam mendapat sanksi terkait penundaan penyaluran kewajiban Kabupaten kepada Desa seperti ADD.

Ferdinand mengungkapkan, stok vaksin yang dimiliki saat ini juga masih banyak. Namun, antusiasme warga untuk vaksin masih kurang.

“Solusi jangka pendeknya adalah kita akan vaksinasi massal lagi, rencana Hari Kamis tanggal 2 Desember 2021 dan kita juga sudah membagi kuota setiap Puskesmas dan Kecamatan,” tambahnya.

Dengan upaya tersebut, Ferdinand menjelaskan, pihaknya dapat menargetkan masyarakat yang divaksin sebanyak 2000 orang/hari untuk mengejar target sampai dengan Desember

sebesar 70 persen atau total sekira 200 ribu orang vaksin.

Ferdinand juga mengatakan, vaksinasi ini bakal terikat sanksi bagi Aparatur Sipil Negera (ASN) di Konawe. ASN yang akan mengurus kenaikan pangkat harus melakukan vaksinasi dibuktikan dengan sertifikat vaksin.

“Termasuk jika mereka promosi akan menduduki suatu jabatan harus ada kartu vaksinnya,” ujarnya.

Bahkan, Ferdinand menegaskan, sanksi terberatnya yakni penundaan gaji bagi ASN yang belum vaksin untuk Desember 2021.

Sehingga, kata Ferdinand, berdasarkan data dari dinas masing-masing untuk memastikan semua PNS/ASN sudah di vaksin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here