Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Satuan Reskrim Polres Konawe menetapkan P (18) kekasih dari Santriwati, R (15) sebagai tersangka kasusu pencabulan anak dibawah umur.

P, merupakan kekasih santriwati, pelaku pembuang bayi yang dilahirkannya di salah satu pondok pesantren yang terletak di Kec. Meluhu Kab. Konawe.

Kasat Reskrim Polres Konawe Iptu Husni Abda membenarkan status tersangka kepada P, setelah penyidik menangkap yang bersangkutan di Kec. Unaaha Kab. Konawe pada, Kamis (6/2/2020) pagi, selanjutnya dilakukan pemeriksaan di ruang Penyidik Perempaun dan Anaka (PPA) selama kurang lebih satu kali 24 jam.

P, disangkakakan melangggar pasal 81 ayat 1 juncto pasal 76D atau pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah penganti Undang-Undang nomr 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 65 ayat 1 KUH Pidana,”kata Kasat Reskrim Polres Konawe saaat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jum’at (7/2/2020).

Kasat Reskrim menambahkan “ pemuda 18 tahun itu terancam hukuman 5 tahun dan maksimal 15 tahun pidana penjara. Dalam pemeriksaan terhadap kedua remaja itu, R dan P mengakui bahwa mereka pernah melakukan hubungan layaknya suami istri.

Sebelumnya, Polres Konawe menangkap seorang santri berinsial R (15) dari salah satu pesantren di Kab. Konawe akibat membunuh anak yang baru dilahirkannya sendiri, Senin (3/2/2020).

Penangkapan bermula ketika adanya penemuan mayat bayi di saluran air pada Senin sore. Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan oleh para santri lantaran sudah membusuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here