Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Personel Kepolisian Sektor Abuki yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Abuki Iptu La Ode Amin Saleh mendatangi dan mengevakuasi korban yang diduga gantung diri, Selasa (4/6/2019) pukul 06.00 wita.

Korban tersebut bernama Arman Bin Laris umur 26 tahun pekerjaan petani, warga Desa Kumapo Kec. Abuki Kab.Konawe. Ia ditemukan dalam keadaan tergantung dengan tali nilon dibelakang rumah sdri. Sudra (45).

Menurut sumber dari keluarga dekat korban pada pukul 03.00 wita korban datang kerumah sdri. Sudra dan membangunkan neneknya Ibu Sawiyah (70) yang tinggal bersama sdri. Sudra kemudian korban masuk dalam dapur membakar pakaian dan KTP nya, kemudian neneknya melarang namun korban tetap membakarnya.
Setelah itu nenek korban datang dan mengetuk pintu rumah sdri. Citrayati (50) sambil mengatakan “telong pergi lihat Arman dia lagi bakar pakaiannya”.

Korban masih terus membakar pakaiannya, sdri. Citrayati bertanya kepada korban “kenapa kamu bakar pakaianmu, kamu istigfar dulu, kamu lagi mabukkah” lalu korban menjawab “ biar saja saya mati “.

“ Kamu mau mati kafir itu kalau kamu bunuh diri, kamu istigfar dulu, kamu makan sahur dulu ini puasa terakhir”, kata sdri. Citrayati sambil mendorong korban masuk ke ruang makan.

Sekitar pukul 04.30 wita nenek korban datang kembali kerumah sdri. Citrayati dan menyampaikan bahwa “Arman tidak ada dalam rumah” lalu sdri. Citrayati mejawab mungkin Arman pulang kerumahnya.

Sekitar pukul 06.00 wita saksi Reni (11), warga Desa Arubia Kec. Abuki Kab. Konawe melihat dari dapur rumah korban, Arman sudah sementara tergantung di atas pohon lansat.

Setelah itu saksi menyampaikan kepada ibunya sdri. Hasnawati (41) kemudian mengecek kebelakang rumah, korban sudah tergantung di pohon lansat dengan menggunakan tali nilon dalam kondisi meninggal, kemudian saksi menyampaikan kepada Kepala Desa Kumapo untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Kepolisian Sektor Abuki.

Setelah anggota Polsek Abuki tiba di TKP langsung melakukan olah TKP, membuat surat pengantar visum et revertum, membuat surat penyataan tidak dilakukan otopsi / surat tidak keberatan atas meninggalnya korban gantung diri, melakukan dokumentasi di TKP, membawa korban ke RSUD Konawe untuk dilakukan visum et revertum, melakukan pulbaket.

Kasi Humas Polsek Abuki saat dikonfirmasi oleh Humas Polres Kobawe mengatakan “penyebab korban gantung diri sampai saat ini pihak Reskrim masih melakukan peyelidikan tentang permasalahan tersebut,”kata Aipda Marwan Husain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here