Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Tidak semua kasus atau permasalahan yang ada di masyarakat harus selesai di meja hijau. Bila permasalahan tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Hal ini dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Epe, ea Bripka Hasrullah saat memediasi kasus pengancaman, bertempat di Desa Epe, ea. Kec. Abuki Kab. Konawe, Selasa (16/09/2019)

Kasus Pengancaman yang dilakukan lelaki Hasriwa (pelaku) terhadap lelaki Misraman (korban) yang mana saat itu korban sementara duduk dikursi lalu datang pelaku sambil membawa parang dan menanyakan kepada korban “kapan kamu selesaikan adatmu” lalu korban menjawab” sinimi dulu kita bicara baik baik” lalu pelaku berkata”sudah lamami saya intip kamu” dan pelaku langsung mengayunkan parangnya kearah korban dan mengenai kursi disamping korban yang sementara duduk.

Namun setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak bersedia berdamai, pelaku telah meminta maaf kepada korban dan dibuatkan surat pernyataan dengan hasil kesepakatan yang tercantum dalam surat tersebut.

Mediasi merupakan salah satu bentuk dari alternatif penyelesaian masalah diluar pengadilan. Tujuan dilakukannya mediasi adalah menyelesaikan masalah antara para pihak dengan melibatkan pihak ketiga yang netral dan imparsial.

“ Mediasi dapat mengantarkan para pihak pelaku dan pihak korban untuk kesepakatan damai, mengingat penyelesaian masalah melalui mediasi menempatkan kedua belah pihak pada posisi yang sama, tidak ada pihak yang dimenangkan,”ungkap Bhabinkamtibmas Desa Epe, ea Bripka Hasrullah

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Epe, ea Hasanudin, sekdes Sumardin, BPD justina, S. Pd. M. Pd, Tokoh agama dan tokoh adat serta pihak pelaku dan pihak korban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here