Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id  – Polsek Lasolo bersama tim Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Cabang Konut dan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Haluoleo (UHO) Kendari, Sabtu (25/8/2018) mengelar Sosialisasi Penyuluhan Bahaya Narkoba Bagi Generasi Muda. Kegiatan ini berlangsung di Balai pertemuan Kantor Kecamatan Lasolo.

Ketua Granat Konut, Gafur mengatakan “enanganan narkoba di wilayah Bumi Oheo ini bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab aparat Kepolisian dan TNI saja, tapi juga seluruh elemen masyarakat dan lembaga yang mempunyai peran penting dalam pemberantasan barang haram tersebut,”katanya.

Diungkapkan, sejak ditangkapnya beberapa pengguna dan pengedar narkoba yang tak lain warga Konut sendiri, bahaya barang terlarang itu kini terlihat jelas telah menjadi ancaman besar bagi kehidupan masyarakat dan pengembangan generasi peserta didik yang ada di Kab. Konawe Utara lebih terhusus lagi di Kecamatan Lasolo.

“Jiwa kemanusiaan, kesadaran dan semangat kita menjadi senjata yang kuat untuk melawan dan memberantas para pengedar serta pengguna narkoba. Masuknya barang haram di konut, salah satu bukti kita lengah, jika ini berlarut-larut maka generasi muda penerus bangsa akan hancur karena narkoba. Kalau bukan kita yang berjuang, siapa lagi yang akan menyelamatkan daerah ini,”tegas pria bergelar magister hukum ini.

Sementara itu, Ketua Kordinator Kecamatan Lasolo KKN UHO, Khirto Alam Achmad mengungkapkan, selain merusak mental, moral dan akhlak, norkoba juga dapat meningkatkan perilaku tindak kriminalitas hingga kematian,”ungkapnya.

Dibeberkan, penggunaan obat terlarang dari bahan narkotika dan psikotropika ini dapat mengganggu kondisi otak dan tubuh secara umum, perubahan sel saraf dalam otak, dehidrasi yang menyebabkan penggunanya mengalami kejang-kejang, serangan jantung, halusinasi, sakit pada dada dan perilaku agresif, bingung dan hilang ingatan, halusinasi, kejang hingga menimbulkan kematian akibat overdosis.

“Pergaulan menjadi salah satu faktor utama untuk terhindar dari obat-obat terlarang. Tingkat yang paling rawan masuknya peredaran narkoba itu pada pelajar yang masih dalam pembentukan jati diri. Inilah yang menjadi tugas kita semua untuk menyelamatkan bangsa ini dari pengaruh obat terlarang. Ini salah satu strategi untuk kita di jajah dan menghancurkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kita miliki,” ujar Khirto Alam Achmad

Dipaparkan juga oleh Banit Reskrim Polsek Lasolo Brigadir Jufri yang mewakili Kapolsek   Lasolo, menyatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas para pelaku dan penguna narkoba siapapun orangnya. Dikatakan, pihaknya saat ini terus meningkatkan pengawasan 1 kali 24 jam untuk menetralisir aksi kejahtan di wilayah itu, mulai dari penggunaan narkoba, minuman keras (miras), senjata tajam (sajam), pencurian, senjata api (senpi), premanisme sampai kelengkapan kedaraan bermotor,”kata mantan anggota Brigade Mobil.

Dalam kegiatan itu, turut dihadiri langsung Pemerintah Kecamatan, para Kepala Desa, masyarakat dan siswa pelajar se-Kecamatan Lasolo.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here