Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Kepolisian Sektor Pondidaha menurunkan personelnya dalam kegiatan pengamanan terkait tuntutuan warga Desa Dunggua Kec. Amonggedo Kab. Konawe yang menuntut PT. Multi Bumi Sejahtera (MBS) agar membayar royalti yang sudah dijual oleh Sitorus senilai Rp.1,3 miliyar, Jum’at (18/1/2019) pukul 22.00 wita

Aksi yang dilakukan oleh warga pemilik lahan yaitu dengan cara menghalangi/menghentikan kegiatan hauling pemuatan ore nikel oleh PT. Multi Bumi Sejahterah (MBS).

Kemudian juga warga melakukan penutupan portal akses jalan masuk dan keluar ke lokasi PT. MBS serta melalukan pembakaran ban.

“ Kami tetap akan menuntut hak kami, karena Tumpukan ore nikel yang tertampung di pelabuhan Mata Kota Kendari telah di jual oleh PT. MBS dalam hal ini sdr. Saut Sitorus tanpa sepengetahuan masyarakat pemilik lahan dan pihak KSU Dunggua Jaya,”ucap salah seorang pemilik lahan.

Menurut Kapolsek Pondidaha saat dikonfirmasi mengatakan “ Kepada masyarakat pemilik lahan kami sudah memberikan himbauan untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum dalam proses penghalangan ini, kami juga menghimbau agar tunduk dan patuh terhadap proses hukum yang sedang berjalan di PTTUN tentang sah atau tidaknya pencabutan IUP yang sedang diuji, selanjutnya untuk PT. MBS agar tidak memaksakan melakukan Hauling sebelum putusan TUN inkrach,”kata Iptu Julak Sulohor, SH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here