Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Puluhan warga Desa Silea, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe menutup Jalan Usaha Tani (JUT) yang menjadi akses kendaraan operasional PT Mega Utama Tani (MUT), Jum’at (19/11/2021).

Warga yang mengatasnamakan diri Forum Masyarakat Desa Silea Bergerak atau Formadesik itu menutup akses JUT dengan pemalangan jalan sekira pukul 07:30 Wita.

Kapolsek Sampara, Iptu Sainal Alimin, SE mengatakan, aksi pemalangan itu merupakan tindak lanjut kesepakatan antara Formadesik, perusahaan PT MUT pada 3 Agustus 2021 lalu.

Dimana, kesepakatan itu difasilitasi langsung oleh Pemerintah Desa setempat, Polsek Sampara dan Koramil Sampara.

” Yang mana dalam inti kesepakatan pihak PT MUT bersedia melaksanakan perbaikan dan peningkatan JUT Desa Silea, Kecamatan Besulutu yang digunakan kendaraan operasional PT MUT sepanjang 4 Km,” kata Iptu Sainal Alimin, SE

Lebih lanjut, sebelum melakukan aksi pemalanganan, pihak Formadesik juga sudah melaksanakan koordinasi dengan PT MUT di Kendari pada 1 November 2021 lalu.

Koordinasi itu terkait perbaikan JUT dan bertemu langsung dengan Direktur PT MUT dan menanyakan terkait janji PT MUT untuk memperbaiki jalan tersebut.

Formadesik juga mendesak pihak PT MUT untuk memperbaiki JUT sampai 18 November 2021.

“Setelah 18 November 2021 pihak PT MUT belum memperbaiki JUT sepanjang 4 Km,” lanjutnya.

Kemudian, Formadesik melaksananakan pertemuan dengan perwakilan warga di rumah Ketua BPD Desa Silea dengan hasil bahwa Formadesik akan melaksanakan aksi pemalangan JUT.

Kapolsek Sampara menambahkan, PT MUT sejak 4 Agustus setelah kegiatan pertemuan di Balai Desa Silea sampai Oktober 2021 telah melaksanakan pekerjaan perbaikan JUT tersebut sepanjang 2 Km dan masih kurang 2 Km.

Ia menjelaskan, aksi pemalangan JUT dilaksanakan pada 2 titik yakni di dekat lokasi Camp PT MUT dan di depan JUT Desa Silea dengan menggunakan kayu dan memasang spanduk yang bertuliskan “Kendaraan operasional PT MUT dilarang melintas”.

Setelah selesai pemasangan palang, kemudian Iptu Sainal Alimin bersama Kaurbin Ops Intelkam Polres Konawe Ipda Nur Apivin melaksanakan mediasi dengan korlap aksi.

Iptu Sainal Alimin, SE mengimbau kepada Formadesik agar selesai pemasangan palang tidak melaksanakan aktifitas lain yang mengganggu warga.

Selanjutnya, apabila selesai pemasangan palang, warga yang hendak melintas disekitar JUT tidak dipersulit bisa melintasi JUT tersebut dan menjaga kamtibmas di Desa Silea.

“Kegiatan pemasangan palang berakhir sekira jam 09.30 Wita dengan sitkamtibmas relatif kondusif,” tambahnya.

Pada waktu sekira 10.00 Wita bertempat di Desa Asunde, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe dilaksanakan pertemuan dengan pihak PT MUT yang diwakili Asisten kebun, Hasan.

PT MUT juga diimbau agar tidak melintasi sementara waktu JUT di Desa Silea untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, terkait aksi pemalangan JUT itu, PT MUT berencana membangun jalan baru untuk kendaraan operasional dan tidak melewati JUT Desa Silea.

Karyawan PT MUT sementara waktu melewati jalan di Desa Lawonua untuk kendaraan operasional PT MUT.

Selain itu, PT MUT juga memutuskan tidak akan melanjutkan perbaikan JUT Desa Silea dengan alasan banyaknya biaya yang dikeluarkan.

“Rencananya pihak PT MUT membangun jalan baru di Desa Lawonua yang tembus pabrik pengolahan sawit di Desa Wawolemo, Kecamatan Pondidaha,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here