Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Untuk kedua kalinya kasus sengketa tanah MAN 1 Konawe kembali terjadi, kejadian tersebut dari pihak ahli waris menyegel MAN 1 Konawe agar tidak digunakan dalam proses belajar mengajar karena pihak Kementrian Agama Kab. Konawe belum membayarkan ganti rugi lahan tersebut, Rabu,(13/02/2019)

“ Kami segel MAN 1 Konawe lantaran pihak Kementerian Agama Kab. Konawe belum membayarkan biaya ganti rugi lahan,”kata Tewa bin Dongi sebagai ahli waris.

Dalam penyegelan sekolah tersebut, tidak terjadi keributan antara pihak sekolah dan ahli waris namun proses belajar mengajar sempat tertunda.

Tidak terima atas penyegelan sekolah itu karena aktifitas belajar mengajar sempat tertunda, maka siswa-siswi MAN 1 Konawe juga melakukan aksi di depan pintu masuk sekolah dengan tuntutan agar pihak ahli waris membuka palang penutup MAN 1 Konawe.

Setelah itu Kabag Ops Polres Konawe Kompol Jufri Andi Singke bersama Kapolsek Unaaha Iptu Sumarno melakukan koordinasi kepada pihak ahli waris agar membuka segel pintu masuk MAN 1 Konawe dan pihak ahli waris bersedia membuka segel dimaksud selanjutnya para siswa-siswi di persilahkan masuk ke halaman MAN 1 Konawe untuk melaksanakan aktivitas belajar mengajar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here