Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Jalan Usaha Tani (JUT) yang berada di Desa Uete Kec. Konawe Kab. Konawe ditutup oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga Jalan Usaha Tani tersebut tidak dapat dilalui oleh masyarakat setempat untuk melakukan kegiatan aktifitasnya.

Atas kejadian tersebut seorang warga Desa Uete sdr.Burhan tidak menginginkan hal ini terjadi sehingga Ia mengadukan ke Kantor Kepolisian Sektor Wawotobi.

Menyikapi pengaduan sdr. Burhan, Kapolsek Wawotobi AKP Tahalim, SH bersama Kanit Reskrim Aiptu Basrin, Kanit Intel Bripka Purnomo dan Bhabinkamtibmas Polek Wawotobi langsung melakukan pengecekan di lokasi Jalan Usaha Tani tersebut yang ditutup oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang sampai saat ini pelakunya belum diketahui, Rabu (17/3/2021).

Agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan di lokasi tersebut, Kapolsek Wawotobi bersama pemerintah Kec. Konawe melakukan pertemuan di Balai Desa Uete Kec. Konawe untuk menyelesaikan permasalahan penutupan Jalan Usaha Tani.

Dalam kesempatan itu Kepala Desa Uete Ali Iswanto, A.Ma menjelaskan bahwa jalan tersebut adalah Jalan Usaha Tani berkaitan dengan hal tersebut bahwa maka tidak boleh ada salah satu pihak untuk menahan atau melarang apabila jalan tersebut akan dilalui baik itu menggunakan mobil maupun menggunakan motor.

Menurut Kapolsek Wawotobi AKP Tahalim, S.H “Berdasarkan hasil pemeriksaan dari pihak – pihak terkait bahwa benar jalan tersebut adalah Jalan Usaha Tani dengan panjang 1 Km dan lebar bahu 4 meter yang dikerjakan menggunakan dana pemerintah yang dikelola melalui PNPM T.A 2011/2012,”tuturnya.

“Mari kita selesaikan permasalahan ini dengan hati yang iklhas dan kepala dingin sehingga permasalahan tersebut selesai dengan baik dan saya harap setelah selesai permasalahan ini tidak ada lagi yang melakukan pentupan jalan,”harap AKP Tahalim kepada masyarakat yang hadir dalam pertemuan.

Setelah mendengarkan ungkapan Kapolsek Wawotobi, Ketua BPD Desa Uete menyarakan agar membuat Perdes terkait kegiatan penambangan masyarakat golongan (C).

Sebelum pertemuan ditutup Sekcam Konawe Masran S. Aldi. A, S.St mengaskan bahwa setiap penambang harus memperlihatkan legalitas dokumen (surat ijin), kemudian terkait dengan permasalahan tersebut agar diselaikan dengan penuh rasa kekeluargaan.

Hasil dari mediasi penutupan Jalan Usaha Tani maka disimpulkan bahwa jalan yang ditutu harus dibuka untuk digunakan atau dilewati masyarakat dalam melaksanakan aktifitasnya karena jalan Usaha Tani Tersebut merupakan fasilitas umum.

Hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Kapolsek Wawotobi AKP Tahalim, S.H, Sekcam Konawe Masran S. Aldi. A, S.St, Kanit Reskrim Aiptu Basrin, S.H, Kanit Intelkam Aipda Purnomo, Bhabinkamtibmas Bripka Hermin, S.H, Kepala Desa Uete Ali Iswanto, A.Ma, Kasi Pemerintahan Kec. Konawe Sainal, S.Si, mantan Kepala Desa Uete sdr. Efendi, S.Si, Sdr. Burhan, sdr. Syamsul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here