Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Dalam aksi unras oleh Forum Masyarakat Lingkar Tambang (Desa Molore, Molore Pantai, Ngapainia dan Lameruru) yang bertempat di Kantor MLP/Astima Desa Lameruru Kec. Langgikima Kab. Konawe Kmonawe Utara, Polsek Wiwirano tidak terlepas untuk mengamankan jalannya aksi tersebut,Kamis (22/8/2019).


Aksi unras kali ini dipimpin oleh Ilham, ST bersama beberapa korlap dan diikuti oleh 50 orang massa.


Dalam kesempatan itu massa aksi melakukan orasi secara bergantian sekaligus membacakan pernyatan sikap.


Tuntutan utama yang di orasikan oleh Ilham, ST adalah menuntut pihak perusahaan agar memecat HRD dan Asisten HRD PT. Mitra Mineral Perkasa (kontraktor) yang telah mengeluarkan karyawan PT. Mitra Mineral Perkasa.
Setelah itu pihak perusahaan menjawab permasalahn ini dengan berjanji akan menarik kembali surat PHK yang telah dikeluarkan oleh perusahaan dan merekrut kembali karyawan.


Yuliana Rante Salu salah petinggi perusahaan tersebut dalam penjelasannya mengatakan “ Karyawan yang enam orang itu bukan kami mpecat melainkan masa kontraknya sudah habis,”katanya kepada massa aksi.


Namun massa tidak puas dengan penjelasan itu, kemudian mereka (massa) bergerak menuju Jety untuk melakukan pemalangan agar tidak ada aktifitas perusahaan PT. Mitra Mineral Perkasa.


Setelah itu, Polsek Wiwiwrani langsung melakukan negosiasi kepada orator dan pihak perusahaan, dan membuahkan hasil yaitu telah disepakti agar karyawan yang dikeluarakan atau di PHK dapat ditarik kembali dan segala tuntutan massa harus dipenuhi yang dituangkan dalam surat pernyataan oleh PT. Mitra Mineral Perkasa dan korlap.


Kasi Humas Polsek Wiwirano saat dikonfirmasi megatakan “ Dengan selesainya penandatanganan surat pernyataan maka massa langsung membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing,dalam aksi ini tidak ada tindakan kekerasan yang sampai merusak fasilitas dari pihak pengunjuk rasa”kata Aipda Rahman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here