Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Sekitar 400 massa yang menamakan dirinya Perkumpulan Masyarakat Tolaki (PMT) talah melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Konawe pada Senin, (05/07/2021).

Massa aksi tersebut menuntut agar perekrutan Tenaga Kerja Lokal (TKL) dikembalikan ke Perusahaan dengan tidak melibatkan lagi pemerintah daerah.

Dalam aksi massa mendapat pengawalan dan pengamanan dari Satuan Brimob Polda Sultra, Dit Samapata Polda Sultra dan Kepoisian Resor Konawe.

Awalnya massa berkumpul di Tugu Adipura, lalu melakukan aksi demonstrasi menuntut proses perekrutan Tenaga Kerja Lokal (TKL) agar dikembalikan ke pihak PT OSS dan PT VDNI.

Menurut Jendral Lapangan (Jendlap) aksi demonstrasi, Lukman mengatakan, proses perekrutan tenaga kerja lokal (TKL) yang selama ini ditangani Pemkab Konawe dinilai tidak profesional.

” Segera kembalikan proses rekrutmen tenaga kerja ke Perusahaan,” tegas Lukman.

Dengan mengendarai motor massa aksi terdiri 4 daerah cabang Ormas terdiri dari, PMT Cabang Koltim, Konawe, Konsel, dan Kota Kendari.

Tak hanya itu, Ketua Umum PMT, Supriyadin meminta kepada pemerintah turut andil perihal pekerja yang sudah 3 tahun bekerja masih berstatus kontrak.

Katanya, segera ditetapkan statusnya menjadi karyawan tetap di perusahaan mega industri Morosi tersebut.

“Saudara-saudara kita bekerja disana (Morosi), ada yang 3-4 tahun belum berstatus karyawan tetap,” cetusnya.

Ia menambahkan, sementara dalam aturan perundangan-undangan itu sudah harus berstatus karyawan tetap masa kerja diatas tiga tahun.

Kapolres Konawe AKBP Wasis Santoso, SIK melalui Kabag Ops Polres Konawe mengatakan,” dalam kegiatan pengamanan aksi unjuk rasa kali ini berlangsung dengan aman, tertib dan lancar,” kata AKP Urva Lomansyah, S.Si., SIK.

Setelah diterima oleh Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabata, ST., MM massa aksi langsung membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here