Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Kepolisian Sektor Asera serta pengurus Ranting Bhayangkari Asera menyerahkan bantuan kemanusian kepada korban dampak banjir berupa pakaian layak pakai untuk 10 Desa di Kecamatan Oheo Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penyerahan secara simbolis bantuan pakaian layak pakai sebanyak 40 karung tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Asera Kompol Muh Basir, SM, Selasa (18/6/2019) sekira pukul 09:00 Wita.

Turut hadir perwakilan Bhayangkari Ranting Asera, PS Kanit Reskrim Asera Ipda Imam Supardi , SH, PS Panit I Binmas Aipda Baharuddin, PS Panit I intel Bripka Samsumarlin, PS Kasi Humas Bripka Fitra Wahyudi, PS Panit II lantas Aipda Muh Said, BKMT Brigadir Dedi Abdullah, BKMT Brigadir Suparman ML, Briptu Munawir, Bripda Widya Astuti.

Bantuan dari Polsek Asera tersebut diterima langsung oleh Kades Horoe ( 5 karung pakain ), Kades Laroonaha ( 5 karung ), Kades Walandawe ( 3 karung ), Kades Wiwirano ( 3 karung ), Kades Mopute ( 4 karung ), Kades Puuhialu ( 4 karung ), Kades Bendewuta ( 4 karung ), Seklur Linomoiyo ( 4 karung ), Kades Lameuru ( 4 karung ), perwakilan UPT Trans Puhialu, Idrus ( 4 karung).

Selain menyerahkan bantuan, Kapolsek Asera dan Personil Polsek Asera serta Ibu Bhayangkari Ranting Asera juga memberikan Trauma Haeling (penyembuhan trauma) kepada murid SDN 5 Oheo yang sementara belajar di Balai Kelurahan Linomoiyo akibat dampak banjir yang merendam sekolah mereka.


Kapolsek Asera Kompol Basir, mengatakan penyaluran bantuan kemanusian kepada korban dampak banjir di 10 desa yang berada di Kecamatan Ohoe Kabupaten Konawe Utara tersebut merupakan kepedulian kemanuasian Polsek Asera.

“ Kami berharap, apa yang kami salurkan kepada warga terdampak banjir dapat meringankan beban / derita warga setempat yang ditimpa musibah banjir,” kata perwira menengah Polri dengan pangkat satu melati di pundak itu.

Usai menyerahkan bantuan, Kapolsek Asera memantau luapan sungai Lalindu yang merendam Jalan Poros Kendari – Wiwirano di Kelurahan Linomoiyo dengan debit air 30 cm – 50 cm.

Menurut Kompol Basir, meski masih terendam, jalan poros tersebut sudah dapat dilalui kendaraan Roda 4 dan Roda 2.

Sementara di Desa Samandete, luapan air sungai Lalindu debit air mencapai ketinggian 50 – 200 cm dan belum bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 dan roda 2.

“Namun masyarakat setempat menyiapkan Jasa Rakit Penyebrangan dengan upah untuk R 2 = 100.000 dan untuk minibus Rp 500.000,”terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here