Tribratanews.konawe.sultra.polri.go.id – Abrasi yang biasa disebut dengan erosi gelombang laut atau erosi marin adalah proses pengikisan pantai oleh gelombang laut. Penyebab abrasi adalah permukaan air laut yang naik, dikarenakan mencairnya es di kutub. Sehingga berdampak pada pengikisan daerah permukaan yang lebih rendah.

Seperti halnya dimusim hujan ini banyak menimbulkan terjadinya abrasi atau pengikisdan tanah. Hal ini diakibatkan karena banyaknya air yang mengalir ke permukaan yang lebih rendah.

Abrasi juga bisa terjadi akibat pengikisan air di sungai seperti yang terjadi di Desa Muara Sampara dan Desa Lalimbue Kec. Kapoiala Kab. Konawe. Pengikisan air sungai Konaweeha yang terjadi pada hari Rabu tanggal 15 juli 2020 sekitar pukul 08.30 wita mengakibatkan jalan Desa sepanjang 10 meter terputus, jatuhnya tiang listrik 1 buah, rumah warga yang berdampak abrasi terdiri dari 17 KK dari 60 jiwa.Kemudian Desa Lalimbue Desa Lalimbue warga yang terdampak 15 KK dari 70 jiwa.

Bhahabinkamtinmas Polsek Bondoala Brigadir Fadlie Audah menjelaskan “Rumah warga di dua Desa tersebut tidak langsung terkena bencana abrasi akan tetapi sudah dekat dengan jalur abrasi dan sekarang sementara dilakukan pembongkaran untuk dipindahkan ditempat aman,”jelasnya usai membantu warganya memindahkan, Kamis (16/7/2020).

Lanjut Brigadir Fadlie Audah, Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, Polsek Bondoala telah berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Kapoiala untuk memberikan obat-obatan kepada warga yang berdampak abrasi.

Saat berita ini diturunkan Brigadir Fadlie Audah masih bersama warga melakukan kegiatan gotong royong memindahkan rumah yang berdampak abrasi serta menghimbau warga agar lebih waspada akan bemcana abrasi mengingat aliran sungai masih deras.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here